Jenis-jenis detektor kebakaran

Detektor kebakaran adalah suatu alat yang berfungsi mendeteksi secara dini  kebakaran, agar kebakaran yang terjadi tidak berkembang menjadi lebih besar. Dengan terdeteksinya cikal bakal kebakaran, maka intervensi untuk mematikan api dapat segera dilakukan. Sehingga dapat meminimalisasi kerugian sejak awal. Jika dianalogikan detektor kebakaran adalah alat bantu seperti panca indera kita. Untuk merasakan bau kita memiliki … Continue reading »

Logo K3 di Indonesia

Pastinya pernah dong melihat log0 K3 tiga di Indonesia, yang berbentuk roda gigi berwarna hijau dengan latar belakang putih dan tulisan utamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Nah buat yang penasaran sebetulnya apa sih arti dan makna dari logo K3 itu, berikut penjelasannya : Palang : bebas dari kecelakan dan sakit akibat kerja. Roda gigi : bekerja dengan … Continue reading »

Sekilas Job Hazard Analysis

Job hazard analysis adalah suatu teknik yang fokus  terhadap langkah-langkah pekerjaan yang dilakukan untuk kemudian dilakukan identifikasi terhadap kemungkinan bahaya yang akan terjadi saat melakukan langkah pekerjaan tersebut. Analisa mendalam dilakukan terhadap interaksi antara pekerja dengan tugas/pekerjaan yang dilakukan, dengan peralatan yang digunakan, dan dengan lingkungan kerja. Setelah diketahui bahaya yang mungkin akan terjadi, diberikan … Continue reading »

BBS VS Hierarchy of control

Behavioral based safety (BBS) menjadi rising star saat ini dunia K3 indonesia. Para praktisi K3 maupun akademisi K3 terlihat sangat antuasias ketika mendengar program keselamatan yang fokus pada intervensi perilaku para pekerja ini. BBS sendiri sebetulnya bukan lah barang baru, karena program BBS sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 1990. Satu hal yang menjadi perhatian saat … Continue reading »

Pengecekan APAR

 Alat pemadam api ringan atau sering disebut dengan APAR, adalah alat yang dibeli namun diharapkan tidak pernah digunakan sama sekali. Mengapa ? karena apabila APAR digunakan berarti telah terjadi kebakaran, dan telah terjadi kegagalan dalam program pencegahan kebakaran di tempat kerja. Meskipun APAR tidak pernah diharapkan untuk digunakan, namun kondisi APAR harus selalu dalam kondisi … Continue reading »

UU No.10 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Di tahun 1970 pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang yang mengatur mengenai keselamatan kerja, dan hingga hari ini undang-undang ini masih menjadi induk bagi perturan-peraturan teknis mengenai keselamatan kerja di Indonesia. Isi dari UU No.10 th 1970 sebenarnya berisi bahasa-bahasa normatif mengenai syarat keselamatan kerja, panitia pembina K3 nasional, pelaporan kecelakan dan hak-kewajiban dari pekerja terkait keselamatan … Continue reading »

Hierarchy of Control

Dalam buku Fundamental of Industrial Higiene, Barbara A. Plog  menjelaskan mengenai adanya hirarki kontrol, tahapan kontrol ini harus dilakukan secara berurutan, setelah kontrol yang pertama dilakukan tidak bisa menghilangkan secara penuh bahaya di area kerja baru dilakukan pengkontrolan tahap selanjutnya. Tahapan kontrol (Hierarchy of Control) tersebut adalah : Enginering Control; adalah pengendalian bahaya dengan melakukan … Continue reading »